SHARE


Apa itu Cross-Over?

Cross-Over merupakan salah satu bagian dari peralatan yang harus ada pada sound system. Cross-Over sebagai pengolah distribusi audio dalam memisahkan range frekuensi suara. Alat ini digunakan Karena speaker memiliki respon frekuensi yang berbeda-beda disetiap bentuk dan ukurannya.

Ini dilakukan karena tak semuanya speaker mengeluarkan nada middle dan tak semuanya juga mengeluarkan dentingan yang halus yang biasa dikenal dengan suara Cymbal. Cross-over audio sendiri adalah mengubah setting audio yang bernilai sama dalam memisahkan band audio untuk kemudian dicampurkan kembali, contohnya saja dalam pengolahan multiband.

Crossover ini akan memisahkan antara band audio pada loudspeaker dengan fase dari driver loudspeakernya sendiri dalam mounting yang hasilnya akan memudarkan seluruh output yang dihasilkan dari keduanya.

Tujuan dari penggunaannya adalah agar dapat membentuk suara yang berkarakteristik yang dapat didefinisikan dengan jelas. Dalam pengolahan distribusi suara yang dihasilkan crossover ini ada beberapa jalur range frekuensi, mulai dari freq tinggi yang akan dimasukkan kedalam speaker twitter yang memiliki range frekuensi 3KHz-16 KHz.

Lalu kemudian ada freq menengah yang akan dimasukkan kedalam driver speaker mid-range dengan range frekuensi sebesar 700 Hz-3 KHz. Dan yang terakhir ada freq rendah yang dimasukkan dalam driver speaker woofer yang memiliki range frekuensi sebesar 20 Hz-700 Hz.

Kelebihan Crossover

Crossover sendiri terdiri dari dua tipe yakni tipe aktif dan juga tipe passif. Kelebihan Crossover ini berbeda-beda sesuai dengan tipe yang anda miliki. Passive crossover ada di dalam satu wadah speaker yang berguna untuk membagi antara freq high, freq menengah dan juga freq rendah ke masing-masing driver speaker yang ada di kotak speaker tersebut.

Peralatannya berupa resistor, coil dan capasitor yang berguna untuk memisahkan band frequensi. Komponen-komponen ini tidak membutuhkan catu daya listrik. Kelebihan Crossover pasif ini dibanding dengan yang satunya dalam harga lebih terjangkau, dan lagi lebih mudah untuk disetting dalam pemasangannya.

Biasanya modul yang satu ini dipasang di dalam Enclose atau Box yang ada didalam speaker.  Seperti alat yang lainnya Crossover yang satu ini juga memiliki beberapa kekurangan. Seperti komponen yang resistor. Level suara yang terkadang terjadi drop sehingga sinyal yang berasal dari Emplifier tidak maksimal masuk ke dalam Loudspeakernya.

Yang satunya lagi adalah Crossover aktif, atau active Crossover yakni Crossover yang berguna untuk memisahkan seluruh sinyal audio yang akan masuk ke dalam Amplifier. Modul yang dipakai disini adalah Quad IC op-amp dan juga filtering komponen pasif R. L dan juga C yang mnggunakan hitungan matematis untuk membagi atau memisahkan frekuensi.

Ini memerlukan regulator atau suplai listrik DC agar bisa berfungsi dengan baik.  Kelebihannya kita dapat mengatur dengan sendirinya besar dan kecilnya level amplifier yang akan didengar lewat speaker.  Hitungan matematis modul sangat akurat. Hitungan ini dilakukan oleh komponen RC dan op-amp yang akan membuatnya lebih detil dalam memisahkan frekuensi suara yang ada.

Kelebihan lainnya dengan adanya modul tersebut kita bisa mengatur lebar band yang ada karena adanya variable resistor dalam konfigurasi op-amp dan juga resistor capasitor atau RC. Op-amp memerlukan sambungan daya listrilk DC yang sudah ditempatkan didalam kotak yang sama.

Sama seperti crossover yang pasif. Crossover aktif ini juga memiliki kekurangannya sendiri salah satunya adalah memerlukan banyak power amplifier dalam sound system yang anda miliki.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here